Monday, January 16, 2017

Rumah Kedua

           Aku berjalan di persimpangan kala itu langkahku terasa statis tak ada hamparan yang sedang ku tapakki. Di tengah jalan aku tersadar, mataku tertutup namun cakrawalaku terbuka asaku menari di atas langit biru. Aku sadar ternyata hidup ini bukan hanya tentang jalan lurus tapi akan selalu ada rintangan menerjang. Terkadang kita terlalu sibuk menginginkan dan mengejar hal yang besar tanpa menyadari bahwa kehidupan ini dibangun dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan kesungguhan yang besar. Mata kita harus terbuka lebar dan langkah kita harus bergerak, Perubahan itu harus kita jemput. Sejak saat itu aku tersadar bahwa perubahan harus aku ciptakan dari hal-hal yang paling sederhana dalam hidupku.
          Sudah 2 tahun lebih hidup menjadi mahasiswa, 1 tahun menjadi organisatoris kampus. Setahun kebelakang ini hidup lebih menyenangkan, yang tadinya apatis sekarang mulai kritis. Yang tadinya lebih memilih menjadi anak rumahan kini menjadi kuncen kampus. Kampus kini bagaikan rumah kedua, dijadikan wadah untuk mengeksplor diri dan lingkungan sekitar. Kuliah-rapat-kuliah-rapat mungkin kegiatan itu yang sering dilakukan, diulang dan menjadi terbiasa selama setahun ke belakang.
             


          Keluarga Mahasiswa Manajemen Komunikasi adalah sebab dari semua ini, membawa diri ini kian hanyut dalam segala cerita yang terukir selama setahun ini. Ternyata begitu banyak kisah yang tertuang dalam keluarga ini yang tak dapat semuanya dituangkan lewat tulisan, kebanyakan melibatkan tentang sebuah ikatan yang tak tergambarkan. Rasanya masih terbayang kala itu tanggal 25 Januari 2016 kaki ini melangkah pasti untuk menyerahkan berkas itu, mendedikasikan diri untuk menjadi bagian dari anggota keluarga kecil ini.


         Tak lama setelah itu, hadirlah seberkas gambar ini, menandakan akan ada perjuangan yang harus dilalui selama satu periode kedepan. Sempat tak percaya, namaku kini ada dalam keluarga itu. Ini bukan hanya tentangku lagi, tapi ini adalah tentang aku dan KMMK dan ada amanah di dalamnya yang perlu kami emban. Ternyata benar, hidup ini tak selamanya akan berada pada rotasi yang sama tapi akan terus berputar dan berputar mengikuti siklus yang ada, begitu halnya dengan organisasi ini, tak selamanya kami dapat tersenyum ceria melewati satu periode ini mungkin banyak tangis dan peluh keringat yang harus kami perjuangkan. Banyak waktu dan kenyamanan yang harus kami korbankan, terlalu banyak keluh kesah dan tawa yang menghiasi hidup kami sampai-sampai tak terasa ternyata kami sudah melewati masa itu.
          Kehidupan dalam organisasi benar-benar telah mengubah hidup ini, mata ini rasanya kian terbuka lebar untuk melihat luasnya kehidupan sekitar ini yang ternyata perlu diperhatikan, lalu semakin lama hidup ini kian tersadarkan bahwa ternyata kita tidak dapat memandang satu hal hanya dari satu sisi saja, kita harus melihat dari segala sisi dan persepsi agar dapat memahami orang lain. 
              Rasanya, terlalu banyak cerita yang tertuang dalam kehidupan berorganisasi ini mulai dari senang, suka, duka, canda, tawa, bahkan cinta. Menjadi aktivis kampus yang semula tak pernah terbayangkan dalam diri, kini menjadi nyata yang indah.


               Ini bukan tentang bagaimana kita mengakhiri suatu kisah, tapi tentang perjalanan panjang didalannya yang diisi dengan alunan cerita yang menghiasi satu periode ini. Tak terasa, satu periode sudah harus berganti dengan periode berikutnya layaknya pertemuan yang harus diakhiri dengan perpisahan. Amanah baru kini ada di pundak yang harus di topang sekuat-kuatnya.
                    Cerita baru akan segera dimulai........
                Sejak hari itu, benar saja cerita baru memang akan segera dimulai perjalanan ini belum berakhir.....



                   Tak disadari, ternyata jiwa dan pikiran ini terus berkelana mencari jati dirinya. Akhirnya, jiwa ini tergugah untuk menciptakan perubahan walau pada awalnya aku bukanlah orang yang dikandidatkan untuk menjadi pemimpin bagi keluarga ini pada periode selanjutnya. Tapi yang kusadari adalah perubahan tidak datang dengan sendirinya, mungkin inilah saat yang tepat untuk menjemput perubahan itu jika bukan dilakukan dengan langkah yang pasti, lalu siapa yang akan berani membawa perrubahan itu? Hari demi hari mungkin terasa lebih bermakna bila kita lalui dengan hal-hal yang positif. 
                 

             Tepat pada tanggal 20 Desember 2016, bertepatan pula dengan umurku yang menginjakkan angka 21 tahun. Aku berdiri disana untuk membawa kebangganku, Mankom. Untuk menuju gerbang kesuksesannya dengan visi dan misiku yang sudah ku rancang beberapa waktu lalu. Aku yakin, kala itu aku dan Via (kandidat ketua lainnya) tidak sedang bersaing untuk memperebutkan suatu kedudukan apapun, tapi aku percaya bahwa kami pada saat itu sedang berdiri bersama-sama untuk membangun Mankom yang lebih baik lagi. Jadi apapun hasilnya nanti, siapapun yang akan memimpin KMMK tentu akan membawa perubahan bagi Mankom.
              Hari itu pun akhirnya tiba, ini bukan tentang kompetisi dan memperebutkan siapa yang menang dan yang kalah, tetapi ini adalah tentang pilihan. Dan akhirnya, pilihan itu jatuh kepadaku.

                                   

             Hari itu adalah hari yang berarti bagiku, tak terasa satu periode telah berlalu bagaikan pasir yang dibawa ombak di pesisir pantai. Meski harus pergi tenggelam, tapi pada akhirnya kami akan muncul di permukaan untuk menghadirkan cahaya di langit senja. Yang datang akan pergi dan yang pergi akan tergantikan dengan yang lainnya, namun pengalaman, pelajaran, amanah dan kepercayaan selama satu periode ini akan selalu tertanam dalam hati kami. 
             Teruntuk KMMK periode 2015-2016 terimakasih telah berkenan memberiku kesempatan untuk menjadi bagian dari keluarga ini, terimakasih untuk segala cerita yang mengisi hari-hari ini selama satu periode ini, terimakasih telah memberikan segala kisah, suka, duka, canda, dan tawa. Terimakasih telah mengajarkan apa sebenarnya arti hidup ini dalam suatu perjuangan dan pengorbanan. Terimakasih telah menghadirkan cinta dan kasih sayang yang begitu dalam, Kami pamit hari ini untuk melanjutkan mimpi dan perjuangan untuk membawa Mankom yang semakin bersinar.
                  Semoga We Stand, We Unite, dan We Are Mankom akan selalu menjelma diantara kita menjadi sebuah ikatan yang tak akan pernah hilang hingga akhir hayat.


Tertanda, 

Reny Anggraeny.
Staff Divisi Connection of Mankom Alumni 
KMMK Periode 2015-2016.